BAKUL DATA GIZI

KEBUTUHAN GIZI BAYI DAN BALITA

ENERGI
Kebutuhan energy sehari anak pada tahun pertama kurang lebih 100-120 kkal/kg berat badan. Untuk tiap 3 tahun pertambahan umur kebutuhan energy turun kurang lebih 10 kkal/kg berat badan.  Pedoman umum : 1.000 kkal + 100 kkal/tiap tahun umur.
Penggunaan energy dalam tubuh adalah sebagai berikut :
1.   50 %  untuk Metabolisme Basal (MR), atau sebanyak ± 55 kkal/ kg berat badan sehari. Setiap kenaikan suhu tubuh sebesar 1ºC menyebabkan kenaikan MR sebesar 10 %.
2.   5 – 10 % untuk Specific Dynamic Action (SDA)
3.   12 % untuk pertumbuhan
4.   25 % untuk aktivitas fisik atau sebanyak 15-25 kkal/kg berat badan sehari
5.   10 % terbuang melalui feses.

loading...
PROTEIN
Utamakan sumber protein hewani tetapi variasikan dengan protein nabati. Protein dalam tubuh merupakan sumber asam amino esensial yang diperlukan sebagai zat pembangun, yaitu untuk :
1.   Pertumbuhan dan pembentukan protein dalam serum, hemoglobin, enzim, hormone dan antibody
2.   Menggantikan sel –sel yang rusak
3.   Memelihara keseimbangan asam basa cairan tubuh
4.   Sumber energy

AIR
Air merupakan zat gizi yang sangat penting bagi bayi dan anak karena :
1.       Bagian terbesar dari tubuh terdiri atas air
2.       Kehilangan air melalui kulit dan ginjal pada bayi dan anak lebih besar daripada orang dewasa.
3.       Bayi dan anak lebih mudah terserang penyakit yang menyebabkan dehidrasi seperti diare berat dan muntah-muntah.

LEMAK
Kebutuhan lemak dianjurkan 10- 20 % dari energy total. Untuk bayi dan anak dianjurkan 1-2 % energy total berasal dari asam lemak esensial (asam linoleat) untuk pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan kulit.

KHARBOHIDRAT
Kebutuhan kharbohidrat dianjurkan 60- 70 % dari energy total. Pada PASI dan sebagian besar formula bayi, 40-50 % kandungan kalori berasal dari kharbohidrat , terutama laktosa.

MINERAL
1.       Kebutuhan kalsium cukup tinggi (800 mg/hari), penting utk cegah osteoporosis, per tumbuhan tulang & gigi (susu, keju, yogurt,dll)
2.       Perhatikan asupan zat besi (konsumsi daging,ayam, ikan,sereal, sayuran warna hijau setiap hari

loading...

PERHITUNGAN KEBUTUHAN GIZI BAYI DAN BALITA

1.      BAYI (0-12 BLN)
·       Penentuan BBI (Berat badan Ideal)
Bila tidak diketahui Berat Badan Lahir :
BBI = (USIA : 2) + 3 S/D 4 kg
Bila diketahui Berat Badan Lahir :
Usia 6 bulan : 2 X BBL
Usia 12 bulan: 3 X BBL
·        Estimasi Kebutuhan Energi dan Zat Gizi total per hari
a.      a.       Energi       = 100-120 kalori/ kg BBI
b.     b.      Protein      = 10 % X Energi atau = 2,5 – 3 gr/kg BBI
c.      c.       Lemak      = 10- 20 % X Energi
d.     d.      KH            = 60- 70 % X Energi

2.      BALITA
·     Penentuan BBI (Berat badan Ideal)
Usia lebih dari 12 bulan : (usia dalam tahun X 2) + 8 kg
·       Estimasi Kebutuhan Energi dan Zat Gizi total per hari
a.       Energi:
-          1000 + (100 X usia dalam tahun)
-          Usia 1-3 tahun : 100 kalori/ kg BBI
-          Usia 4-6 tahun : 90 kalori/ kg BBI
b.      Protein       = 10 % X Energi atau = 1,5 -2,0 gr/kg BBI
c.       Lemak       = 10- 20 % X Energi
d.      KH                        = 60- 70 % X Energi


Sumber : RSCM dan PERSAGI, 2003. PENUNTUN DIIT ANAK, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

KADER POSYANDU

1. Pengertian
  • Kader kesehatan dinamakan juga promotor kesehatan desa (prokes) adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh dari masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat.
  • Direktorat Bina Peran Serta Masyarakat Depkes RI memberikan batasan kader: “Kader adalah warga masyarakat setempat yang dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela”. (Zulkifli, 2003)
  • Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat, serta bekerja di tempat yang dekat dengan pemberian pelayanan kesehatan. (Syafrudin, dan Hamidah, 2006)
  • Kader kesehatan adalah adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat. Dalam hal ini kader disebut juga sebagai penggerak atau promoter kesehatan. (Yulifah, R. dan Yuswanto, TJA. 2005)

2. Tugas kader Posyandu.

1). Persiapan hari buka posyandu.
  1. Menyiapkan alat dan bahan, yaitu : alat penimbangan bayi, KMS, alat pengukur LILA, alat peraga dll
  2. Mengundang dan menggerakkan masyarakatuntuk datang ke posyandu
  3. Menghubungi pokja posyandu, yaitu menyampaikan rencana kegiatan kepada kantor desa
  4. Melaksanakan pembagian tugas, yaitu menentukan pembagian tugas diantara kader posyandu baik untuk persiapan maupun pelaksanaan kegiatan

2). Melaksanakan pelayanan 5 meja.
  • Meja 1: Pendaftaran bayi, balita, bumil, menyusui dan PUS.
  • Meja 2: Penimbangan balita dan mencatat hasil penimbangan
  • Meja 3: Mengisi buku KIA / KMS
  • Meja 4:1. Menjelaskan data KIA / KMS berdasarkan hasil timbang,2. Menilai perkembangan balita sesuai umur berdasarkan buku KIA. Jika ditemukan keterlambatan, kader mengajarkan ibu untuk memberikan rangsangan dirumah,3. Memberikan penyuluhan sesuai dengn kondisi pada saat itu,4. Memberikan rujukan ke Puskesmas, apabila diperlukan
  • Meja 5: Bukan merupakan tugas kader, melainkan pelayanan sector yang dilakukan oleh petugas kesehatan, PLKB, PPL, antara lain :1. Pelayanan imunisasi,2. Pelayanan KB,3. Pemeriksaan kesehatan bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui,4. Pemberian Fe / pil tambah darah, vitamin A (kader dapat membantu pemberiannya), kapsul yodium dan obat-obatan lainnya
  • Untuk meja 1-4 dilaksanakan oleh kader kesehatan dan untuk meja 5 dilaksanakan oleh petugas kesehatan diantaranya dokter, bidan, perawat, juru imunisasi dan sebagainya. (Dinkes jawa timur, 2005)

3). Tugas kader setelah hari buka posyandu.
  • Memindahkan catatan dalam KMS ke dalam buku register atau buku bantu kader
  • Mengevaluasi hasil kegiatan dan merencanakan kegiatan dari posyandu yang akan datang
  • Melaksanakan penyuluhan kelompok (kelompok dasa wisma)
  • Melakukan kunjungan rumah (penyuluhan perorangan) bagi sasaran posyandu yng bermasalah antara lain :
  1. Tidak berkunjung ke posyandu karena sakit
  2. Berat badan balita tetap Selama 2 bulan berturut turut
  3. Tidak melaksanakan KB padahal sangat perlu
  4. Anggota keluarga sering terkena penyakit menular (Dinkes jawa timur, 2005)
  • Hal-hal yang boleh dilakukan kader dalam deteksi dini tumbuh kembang anak / balita antara lain :
  1. Penimbangan berat badan
  2. Pengukuran tinggi badan
  3. Pengukuran lingkar kepala
  4. Pengukuran lingkar lengan
  • Adapun 3 jenis deteksi dini tumbuh kembang yang dapat dikerjakan oleh tenaga kesehatan di tingkat puskesmas dan jaringannya dan tidak boleh dilakukan kader, antara lain :
  1. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, yaitu untuk mengetahui / menemukan status gizi kurang atau buruk dan mikrosefali
  2. Deteksi dini penyimpangan perkembangan, yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan anak (keterlambatan), gangguan daya lihat, gangguan daya dengar
  3. Deteksidini penyimpangan mental emosional, yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional, autism dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (Depkes RI, 2005)





Sambuangan Part 2

SISTEM INFORMASI POSYANDU (SIP)
Sistem informasi posyandu adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola posyandu. oleh sebab itu sistem informasi posyandu merupakan bagian penting dari pembinaan posyandu secara keseluruhan. konkritnya, pembinaan akan lebih terarah apabila di dasarkan pada informasi yang lengkap, akurat dan aktual. dengan kata lain pembinaan merupakan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi karena didasarkan pada informasi yang tepat, baik dalam lingkup terbatas maupun lingkup yang lebih luas.


MEKANISME OPERASIONAL SIP
Pemerintah desa/kelurahan bertanggung jawab atas tersediannya data dan informasi posyandu.
Pengumpul data dan informasi adalah tim penggerak pkk dengan menggunakan instrumen :
catatan ibu hamil, kelahiran /kematian dan nifas oleh ketua kelompok dasa wisma (kader PKK) .
  1. register bayi dalam wilayah kerja posyandu bulan januari s/d desember.
  2. register anak balita dalam wilayah kerja posyandu bulan januari s/d desember.
  3. register wus- pus alam wilayah ketiga posyandu bulan januari s/d desember.
  4. register ibu hamil dalam wilayah kerja posyandu bulan januari s/d desember.
data pengunjung petugas posyandu, kelahiran dan kematian bayi dan kematian ibu hamil melahirkan dan nifas.
data hasil kegiatan posyandu.
catatan : Instrumen/format SIP diatas oleh kader posyandu dengan bimbingan teknis dari petugas kesehatan/PLKB


Tim Penggerak PKK desa/kelurahan bertanggungjawab dalam hal :
  • Menghimpun data dan informasi dari seluruh posyandu yang ada dalam wilayah desa/kelurahan.
  • Menyimpulkan seluruh data dan informasi.
  • Menyusun data dan informasi sebagai bahan pertemuan ditingkat kecamatan (rakorbang).
  • Puskesmas, PPLKB, kaurbang mengambil data dari desa untuk dianalisis dan kemudian menjadi bahan rakor posyandu di tingkat kecamatan.
  • Hasil analisis digunakan sebagai bahan menyusunan rencana pembinaan. masalah-masalah yang dapat diatasi oleh pemerintah tingkat kecamatan segera diambil langkah pemecahannya sedangkan yang tidak dapat dipecahkan dilaporkan ke tingkat kabupaten/kotamadya sebagai bahan rakorbang tingkat ll.


STRATA POSYANDU
Strata posyandu dikelompokkan menjadi 4 :
1. Posyandu pratama :
  • Belum mantap.
  • Kegiatan belum rutin.
  • Kader terbatas.
2. Posyandu madya :
  • Kegiatan lebih teratur
  • Jumlah kader 5 orang
3. Posyandu purnama :
  • Kegiatan sudah teratur.
  • Cakupan program/kegiatannya baik.
  • Jumlah kader 5 orang
  • Mempunyai program tambahan
4. Posyandu mandiri :
  • Kegiatan secara terahir dan mantap
  • Cakupan program/kegiatan baik.
  • Memiliki dana sehat dan jpkm yang mantap.
  • Dari konsep diatas, dapat disimpulkan beberapa indikator sebagai penentu jenjang antar strata posyandu adalah :
  • Jumlah buka posyandu pertahun.
  • Jumlah kader yang bertugas.
  • Cakupan kegiatan.
  • Program tambahan.
  • Dana sehat/JPKM
Posyandu akan mencapai strata posyandu mandiri sangat tergantung kepada kemampuan, keterampilan diiringi rasa memiliki serta tanggungjawab kader pkk, lpm sebagai pengelola dan masyarakat sebagai pemakai dari pendukung posyandu.

Sambungan ..................... Kader Posyandu KLIK DISINI



Sambungan ........ Part 1

KRITERIA KADER POSYANDU :
Dapat membaca dan menulis.
Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan.
Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat.
Mempunyai waktu yang cukup.
Bertempat tinggal di wilayah posyandu.
Berpenampilan ramah dan simpatik.
Diterima masyarakat setempat.


PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU.


Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh kader, tim penggerak PKK desa/kelurahan serta petugas kesehatan dari puskesmas, dilakukan pelayanan masyarakat dengan system 5 meja yaitu :
  • meja 1 : pendaftaran.
  • meja 2 : penimbangan
  • meja 3 : pengisian kms
  • meja 4 : penyuluhan perorangan berdasarkan kms.
  • meja 5 : pelayanan KB dan; Kesehatan
Pelayanan di meja 5 berupa:
  • Imunisasi
  • Pemberian vitamin a dosis tinggi berupa obat tetes ke mulut tiap bulan februari dan agustus.
  • Pembagian pil atau kondom
  • Pengobatan ringan.
  • Konsultasi KB-kesehatan
  • Petugas pada meja 1 s/d 4 dilaksanakan oleh kader Posyandu sedangkan meja 5 merupakan meja pelayanan (kader, jurim, bindes, perawat dan petugas KB).


SASARAN POSYANDU :
  1. Bayi/balita.
  2. Ibu hamil/ibu menyusui.
  3. WUS dan PUS.


PELAYANAN DI POSYANDU
Kesehatan ibu dan anak :1. Pemberian pil tambah darah (ibu hamil),2. Pemberian vitamin a dosis tinggi ( bulan vitamin a pada bulan februarii dan agustus), 3. PMT, 4. Imunisasi.,5. Penimbangan balita rutin perbulan sebagai pemantau kesehatan balita melalui pertambahan berat badan setiap bulan. keberhasilan program terlihat melalui grafik pada kartu kms setiap bulan.
Keluarga berencana, pembagian pil KB dan kondom.

Pemberian oralit dan pengobatan.
Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi sesuai permasalahan dilaksanakan oleh kader PKK melalui meja 4 dengan materi dasar dari kms baita dan ibu hamil. keberhasilan posyandu tergambar melalui cakupan SKDN
S : semua balita diwilayah kerja posyandu.
K : semua balita yang memiliki KMS.
D : balita yang ditimbang.
N : balita yang naik berat badannya.


.KEBERHASILAN POSYANDU BERDASARKAN :
  • Baik/kurangnya peran serta masyarakat: indikatornya D/S
  • Berhasil tidaknya program posyandu: indikatornya N/D
  • DANA
Dana pelaksanaan posyandu berasal dari swadaya masyarakat melalui gotong royong dengan kegiatan jimpitan beras dan hasil potensi desa lainnya serta sumbangan dari donatur yang tidak mengikat yang dihimpunan melalui kegiatan dana sehat.


SISTEM INFORMASI POSYANDU (SIP)
Sistem informasi posyandu adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola posyandu. oleh sebab itu sistem informasi posyandu merupakan bagian penting dari pembinaan posyandu secara keseluruhan. konkritnya, pembinaan akan lebih terarah apabila di dasarkan pada informasi yang lengkap, akurat dan aktual. dengan kata lain pembinaan merupakan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi karena didasarkan pada informasi yang tepat, baik dalam lingkup terbatas maupun lingkup yang lebih luas.

Sambungan .................... PART 3 KLIK DISINI



Posyandu adalah sistem pelayanan yang dipadukan antara satu program dengan program lainnya yang merupakan forum komunikasi pelayanan terpadu dan dinamis seperti halnya program kb dengan kesehatan atau berbagai program lainnya yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat (BKKBN, 1989).

Pelayanan yang diberikan di posyandu bersifat terpadu , hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan keuntungan bagi masyarakat karena di posyandu tersebut masyarakat dapat memperolah pelayanan lengkap pada waktu dan tempat yang sama (Depkes RI, 1990).

Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari keluarga berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana


TUJUAN PENYELENGGARA POSYANDU
  1. Menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu ( ibu hamil, melahirkan dan nifas)
  2. Membudayakan NKKBS.
  3. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.
  4. Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera.
PENGELOLA POSYANDU.
  1. Penanggungjawab umum : kades/lurah
  2. Penggungjawab operasional : tokoh masyarakat
  3. Ketua pelaksana : ketua tim penggerak PKK
  4. Sekretaris : ketua pokja iv kelurahan/desa
  5. Pelaksana: kader Posyandu, yang dibantu petugas KB-KES (Puskesmas).
KEGIATAN / PROGRAM POKOK POSYANDU :
  1. KIA
  2. KB
  3. lmunisasi.
  4. Gizi.
  5. Penggulangan diare.

PEMBENTUKAN POSYANDU.

Langkah – langkah pembentukan:
  1. Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan.
  2. Survey mawas diri yang dilaksanakan oleh kader Posyandu di bawah bimbingan teknis unsur kesehatan dan KB .
  3. Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survey mawas diri, sarana dan prasarana posyandu, biaya posyandu
  4. Pemilihan kader posyandu.
  5. Pelatihan kader posyandu.
  6. Pembinaan.
KRITERIA PEMBENTUKAN LOKASI POSYANDU
Pembentukan posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai sedangkan satu posyandu melayani 100 balita.

Sambungan ....... PART 2 KLIK DISINI

 

Salah satu ciri bangsa maju adalah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas kerja yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh Chadian gizi (nutrition, غذاء) agar dapat menikmati hidup dalam keadaan sehat.
Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Pola makan yang baik adalah berpedoman pada Gizi Seimbang.
Pedoman Gizi Seimbang telah diimplementasikan di Indonesia sejak tahun 1955. Pedoman tersebut menggantikan slogan “4 Sehat 5 Sempurna” yang telah diperkenalkan sejak tahun 1952 dan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam bidang gizi serta masalah dan tantangan yang dihadapi. Tahun 1990 an kita sudah punya Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Lebih dari 15 tahun lalu Pedoman Gizi Seimbang telah dikenalkan dan disosialisasikan kepada masyarakat, namun masih banyak masalah dan kendala dalam sosialisasi Gizi Seimbang sehingga harapan untuk merubah perilaku gizi masyarakat ke arah perilaku gizi seimbang belum sepenuhya tercapai. Konsumsi pangan belum seimbang baik kuantitas maupun kualitasnya, dan perilaku hidup bersih dan sehat belum memadai. Memperhatikan hal diatas telah tersusun Pedoman Gizi Seimbang yang baru, pada tanggal 27 Januari 2014 lalu telah diselenggarakan workshop untuk mendapat masukan dari para pakar pemerintah serta non pemerintah, lintas sektor, lintas program dan organisasi profesi.
Pedoman Gizi Seimbang baru ini sebagai penyempurnaan pedoman-pedoman yang lama, bila diibaratkan rumah maka ada 4 (empat) pilar prinsip yang harus dipenuhi agar rumah tersebut dapat berdiri, yaitu 1). Mengonsumsi makanan beragam,  tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan; 2). Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip Gizi Seimbang; 3)  Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh;  4) Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal. Memantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘Pola Hidup’ dengan ‘Gizi Seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan maka dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.
Pesan-pesan PGS, baru
1). Syukuri dan nikmati anekaragam makanan;
2). Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan: sayur 3-4 porsi/hari, buah 2-3 porsi/hari;
3) Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi: 2-4 porsi/hari;
4) Biasakan mengonsumsi anekaragam  makanan pokok: makanan sumber karbohidrat kompleks (jagung, umbi-umbian, nasi, sagu, tepung-tepungan, dll) 3-4 porsi/hari;
5)  Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak: gula (<4 dan="" div="" garam="" lemak="" minyak="" nbsp="" sm="" st="">
6) Biasakan Sarapan;
7) Biasakan minum air putih yang cukup dan aman:  8 gelas (+/-2 liter/hari), jangan lupa dengan posisi duduk dan berdoa sebelum minum;
8 ) Biasakan membaca label pada kemasan pangan;
9) Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir: Mencuci tangan sebelum makan.
10) Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal: aktivitas teratur: bermain sepak bola, berjalan, senam, bersepeda, menyapu, dll., lalu pantau berat badan secara rutin.
Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa “stunting” pada Balita dan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) makin meningkat. Perhatian terhadap masalah gizi ganda juga perlu lebih ditingkatkan, disamping masih banyak yang kekurangan gizi, tmasalah gizi lebih juga meningkat. laporan Riskesdas 2013 sejumlah 32,9% wanita dewasa dan 19,7% pria dewasa mengalami obesitas (IMT >25,0) yang berisiko terhadap berbagai gangguan kesehatan atau penyakit.
Apakah kita sudah menerapkan Gizi Seimbang hari ini…? Makan beranekaragam, Hidup bersih dan sehat, lakukan aktifitas fisik dan pantau Berat Badan anda secara berkala agar tubuh sehat dan hidup kita akan lebih produktif
PGS yang baru ini dilengkapi pula dengan pesan visualisasi untuk konsumsi kita sehari-hari yang digambarkan “Tumpeng”, dan konsumsi makanan untuk sekali makan digambarkan “Piring makanku” panduan sekali makan.
Ebook : PGS 2014
Sumber :


1.       Cuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan makanan, sebelum memberi makan anak dan setelah menggunakan kamar kecil
2.       Gunakan air bersih,olah dengan baik, simpan di tempat bersih dan terlindung, dan gunakan alat bersih untuk mengambilnya
3.       Cuci cangkir atau mangkuk anak dengan sabun dan air bersih atau direbus
4.       Hindari menggunakan botol untuk minum, karena sulit dibersihkan
5.       Siapkan makanan menggunakan peralatan yang bersih. Beri makan bayidengan sendok dan piring yang bersih
Jika anak sakit, berikan makan sesuai anjuran sesuai kelompok umur. Juga berikan lebih banyak cairan (lebih sering diberi ASI untuk anak yang masih menyusu) dan dorong anak untuk makan makanan lumat/lembik, bervariasi dan disenangi anak. Setelah sembuh, berikan makanan lebih sering dibandingkan biasanya dan bujuk anak untuk makan lebih banyak.
Sumber :

 Modul D  Pelatihan Penilaian Pertumbuhan Anak, Direktorat Bina Gizi, Kemenkes RI, 2011
1.              Mulailah mencari penyebab
2.              Diskusikan makanan anak sesuai kelp umur
3.              Tanyakan aktifitas fisik (untuk umur anak lebih dari 6 bulan)
4.              Tentukan penyebabnya bersama  pengasuh
5.              Memberikan konseling

Sumber :
 Modul D  Pelatihan Penilaian Pertumbuhan Anak, Direktorat Bina Gizi, Kemenkes RI, 2011

1.       Tentukan apakah anak sakit pada saat kunjungan
2.       Jika tidak sakit , mulai mencari penyebab lain
3.       Tanyakan perubahan pola makan dan atau menyusui saat ini
4.       Tanyakan tentang pemberian makan anak sesuai umurnya
5.       Tanyakan penyakit yang berulang
6.       Kaji kemungkinan penyebab maslah social dan lingkungan
7.       Tentukan penyebab bersama pengasuh
8.       Memberikan konseling

Sumber :
 Modul D  Pelatihan Penilaian Pertumbuhan Anak, Direktorat Bina Gizi, Kemenkes RI, 2011



MENDENGARKAN DAN BELAJAR DARI IBU :
·         Ajukan pertanyaan terbuka
·         Dengarkan dan yakinkan bahwa saudara memahami apa yang ibu katakana
·         Gunakan bahasa tubuh dan isyarat untuk menunjukkan minat
·         Empati, untuk menunjukkan bahwa saudara memahami perasaan ibu
BANGUN KEPERCAYAAN DAN BERIKAN DUKUNGAN :
·         Pujilah ibu jika sudah berbuat baik
·         Hindari kata yang menyalahkan ibu
·         Terimalah apa yang ibu pikirkan dan rasakan
·         Berikan informasi dalam bahasa yang sederhana
·         Berikan saran yang terbatas, bukan perintah
·         Tawarkan bantuan praktis

Sumber :
 Modul D  Pelatihan Penilaian Pertumbuhan Anak, Direktorat Bina Gizi, Kemenkes RI, 2011



INFANTOMETER/ LENGTH BOARD (PAPAN PENGUKUR PANJANG BADAN) adalah papan yang dirancang untuk ditempatkan diatas permukaan datar dan keras untuk mengukur panjang badan (berbaring/ telentang) untuk anak kurang dari 2 tahun.
Sumber :

 Modul A  Pelatihan Penilaian Pertumbuhan Anak, Direktorat Bina Gizi, Kemenkes RI, 2011